Pernah Dianggap Wonderkid, Jebolan Akademi Juventus Ini Kini Terlunta-Lunta

Para pemain sepak bola bertalenta sangat banyak dicetak oleh akademi Juventus. Biasanya pemain jebola akademi itu yang masih berusia muda, langsung dipinjamkan ke klub sepak bola lain. Sehingga I Bianconeri terlihat tidak mampu mengoptimalkan para pemain muda itu.

 

Sangat banyak pemain muda jebolan akademinya yang disewakan ke skuat lain di musim ini. Para pemain berbakat itu antara lain Ronaldo Mandragora, Riccardo Orsolini, Mattia Caldara, Moise Kean, dan Emil Audero Mulyadi. Sehingga di tim utama Si Nyonya Tua, hanya ada satu pemain asli asuhan Juventus. Dia adalah Claudio Marchisio yang menempati posisi gelandang.

 

Tetapi meskipun tercatat sebagai pemain inti, tetap saja dia terlihat tidak sering dimainkan. Semenjak insiden Calciopoli pada 2006 silam, sebenarnya klub ini banyak orbitkan pemain muda dari hasil akademi Juventus. Namun, tercatat cuma Marchisio yang dimainkan di Juventus. Sedangkan pemain lainnya tidak jelas kelanjutan karier sepak bolanya. Nah, siapa saja wonderkid Juventus yang tidak beruntung itu?

 

Paolo De Cegli

Pemain ini satu angkatan bersama Claudio Marchisio. Setelah skandal Calciopoli, De Cegli direkomendasikan menuju tim utama Juventus. Skill yang menawan dan ditambah parasnya yang rupawan, membuatnya cepat dikenal dan bahkan diidolakan oleh penggemar klub Juventus.

 

Kala itu dia pun dianggap sebagai calon pemain terbaik bagi Italia, dengan menempati posisi sebagai winger atau bek kiri. Sayang, karier sepak bola profesionalnya tidak bisa berkembang. Sepanjang bermain untuk Juventus, dia bermain 124 kali tapi hanya mampu sumbang dua gol saja.

 

Nah, ketika Juventus berkompetisi lagi di ajang Serie A, pemain ini pun akhirnya disewakan ke skuat lain. Sehingga dia harus pergi di musim panas tahun 2017. Pemain berusia 31 tahun ini pernah terkatung-katung tanpa ada klub yang menampungnya. Untunglah di awal tahun ini, dia direktur oleh Servette.

 

Raffaele Palladino

Ketika Si Nyonya Tua didegradasi ke kompetisi Serie B, Raffaele Palladino dipercaya untuk memperkuat lini depan. Sayangnya ketika klub ini dipromosikan ke ajang Serie A, malah Palladino makin jarang dimainkan. Dianggap tidak berkembang prestasinya, maka pemain ini pun didepak ke klub Genoa.

 

Status pemain ini adalah kepemilikan bersama kedua klub itu. Ternyata kariernya juga semakin tidak jelas. Selain Genoa, pemain ini juga perkuat Parma Crotone. Sampai sekarang dia tercatat sebagai pemain di Spezia.

 

Cristian Pasquato

Gaya bermain Cristian Pasquato nyaris mirip dengan Alessandro Del Piero. Karena itu, dia sering dianggap sebagai titisan pemain tangguh tersebut. Harapan sangat besar pernah digantungkan kepada Pasquato. Sayangnya, kinerjanya malah makin merosot. Sehingga dirinya kesulitan untuk merangsek ke tim utama skuad Juventus.

 

Kondisi buruk itu memaksa pelatih, hanya memainkan Cristian Pasquato selama dua kali saja untuk skuat Nyonya Tua. Pemain ini pun dijual ke klub Udinese pada 2012. Tetapi kembali direkrut Juventus pada 2014. Setelah beberapa kali klausul peminjaman pemain, dia pun dilepas ke klub Legia Warsawa di tahun 2017.

 

Itulah catatan beberapa pemain muda yang dulunya dianggap sangat potensial. Sayangnya, karier sepak bolanya tidak berjalan mulus di kemudian hari. Meskipun merupakan lulusan dari akademi besutan Juventus, tetap saja tidak membuatnya mudah diterima.

 

Mereka harus rela dipindah-pindah ke klub lain, dan sangat sedikit kesempatannya membela Juventus. Kariernya seakan tidak jelas, dan itu semua memang karena performanya yang tidak stabil. Prestasi yang terus merosot, membuat predikat wonderkid tak layak lagi mereka sandang

 

Updated: February 25, 2018 — 11:07 am
Frontier Theme